Pemerintah Berencana Untuk Mengelola Chloroquine, Avigan Ke Tackle COVID-19 - Keputusan pemerintah Indonesia untuk memberikan Chloroquine dan obat flu Avigan adalah bagian dari upayanya untuk menyelamatkan orang Indonesia dari infeksi penyakit coronavirus baru ini (COVID-19), seorang menteri menyatakan pada hari Sabtu.

"Kedua obat itu ternyata cukup efektif ketika diberikan di beberapa negara untuk mengobati pasien COVID-19," Menteri Negara BUMN Erick Thohir mencatat dalam pernyataan pers yang disediakan untuk ANTARA.

Industri farmasi milik negara Indonesia PT Kimia Farma saat ini memiliki stok sekitar tiga juta tablet klorokuin. Jika satu pasien memerlukan sekitar 50 tablet, maka setidaknya 60.000 pasien akan dapat menerima tablet, jelasnya.

"Jika klorokuin ini terbukti efektif, PT Kimia Farma akan memproduksinya," kata Thohir, seraya menambahkan bahwa perusahaan milik negara juga akan dapat membeli Avigan dari Jepang jika kebutuhan akan obat flu ini muncul.

Kementerian dan Kedutaan Indonesia di Tokyo telah mengajukan permintaan kepada produsen Jepang Avigan untuk menyediakan obat itu ke Indonesia.

Saat ini, ada permintaan untuk Avigan di antara banyak negara untuk mengobati orang-orang mereka yang didiagnosis dengan COVID-19, katanya.

Pada hari Jumat sore, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan rencana pemerintah untuk memberikan dua obat ini untuk mengobati orang-orang yang didiagnosis dengan COVID-19 dan melakukan tes cepat untuk mempercepat deteksi virus. Kartu Poker

Tes cepat pertama akan dilakukan di Jakarta Selatan karena beberapa warganya mungkin tertular virus.

COVID-19, yang awalnya menyerang kota Wuhan di Cina pada akhir Desember 2019, telah menewaskan sedikitnya 9.840 orang dan menginfeksi tidak kurang dari 234.073 orang di 176 negara dan wilayah di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di Indonesia, pada hari Jumat, virus telah menginfeksi setidaknya 369 orang dan merenggut 32 nyawa, sementara 17 lainnya telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit. Persentase korban tewas Indonesia adalah yang tertinggi di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Memperhatikan meningkatnya jumlah kematian dan penyebaran virus ini, WHO telah menyatakan wabah koronavirus sebagai pandemi global.

Pemerintah Indonesia telah menerapkan tindakan pencegahan sejak tahap awal wabah koronavirus.

Selain memasang pemindai termal di bandara dan pelabuhan laut negara itu serta membuat persiapan di rumah sakit di seluruh nusantara, pemerintah Indonesia telah memulangkan beberapa ratus warga.

Pada 2 Februari, total 238 warga negara Indonesia diterbangkan dari Wuhan, Cina, untuk dikarantina di Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Semua orang Indonesia ini ditemukan sehat dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka.

Pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa dua orang Indonesia dinyatakan positif COVID-19. Jumlah yang terinfeksi dikonfirmasi oleh pemerintah cenderung meningkat terus selama beberapa hari terakhir.